Menurut Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia  (GAPKI) atau Indonesian Palm Oil Association, Joko Supriyono, produksi CPO (Crude Palm Oil) di Indonesia per tahun 2017 sudah mencapai 38 juta ton. Dari 38 juta ton tersebut, diekspor ke lebih dari 50 negara sebanyak 31 juta ton. Sementara yang dipakai untuk pasar domestik sebesar 11 juta ton.

“Dari 31 juta ton, yang diekspor dalam bentuk CPO hanya 7 juta ton. Sisanya 24 juta ton diekspor dalam bentuk olahan. Ini membuktikan program hilirisasi sudah menunjukkan hasil,” ujarnya dikutip dari OkeZone.com, Kamis (15/3).

Diketahui, kelapa sawit saat ini telah menjadi komoditas penting bagi perekonomian Indonesia karena perannya yang besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.

CPO (Crude Palm Oil) atau minyak sawit mentah ini memang berbeda dengan minyak inti kelapa sawit (palm kernel oil) yang dihasilkan dari inti buah yang sama. Minyak kelapa sawit juga berbeda dengan minyak kelapa yang dihasilkan dari inti buah kelapa (cocos nucifera).

Menurut Joko, nilai ekspor sawit 2017 mencapai USD 22,9 miliar. Ini merupakan angka tertinggi dalam ekspor sawit.

Joko juga menambahkan, luas perkebunan sawit Indonesia 2017 sekitar 11,9 juta hektare (ha) karena 42% merupakan kebun rakyat, baik plasma maupun kebun rakyat swadaya.

Perluas Program Kemitraan dengan Petani Swadaya

Sejalan dengan GAPKI berkomitmen mendukung dan berkontribusi untuk meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat. Selain itu, mereka akan memperluas program kemitraan dengan petani swadaya karena kelompok ini produktivitasnya lebih rendah dari kebun plasma.

“Dengan skema kemitraan ini diharapkan terjadi peningkatan produktivitas secara gradual,” tutur Joko.

GAPKI juga meminta dukungan pemerintah dalam penyelesaian masalah tumpang tindih kawasan hutan dengan kebun sawit rakyat.

“Karena ini akan menghambat kelancaran program kemitraan,” tukasnya.

Lebih lanjut, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia  atau Indonesian Palm Oil Association telah didirikan sejak 20 Februari 1981. Melansir situs resminya di gapki.id, asosiasi ini didirikan atas kesadaran para pengusaha minyak sawit bahwa mereka mesti dipersatukan di satu organisasi seiring banyaknya perusahaan industri minyak sawit baru yang bermunculan.

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang didapatkan dari halaman Wikipedia, saat ini memang terdapat begitu banyak perusahaan besar pemilik lahan lahan kebun kelapa sawit yang tersebar di Indonesia, seperti Sinar Mas group/ PT Golden Agri Resources, Wilmar International group, PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) IV, Astra Agro Lestari group/PT Astra Agro Lestari Tbk, PT Triputra Agro Persada dan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *