Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia melalui Ketua Kadin Indonesia, Rosan Roselani menyatakan bahwa Afrika akan menjadi salah satu pangsa pasar baru bagi ekspor minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO). Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari antisipasi adanya ancaman pembatasan ekspor CPO ke Eropa.

“Kemarin kita baru dua hari ke sana. Itu sangat besar potensinya. Kita bulan ini mungkin akan terbang untuk mencoba melobi parlemen Eropa,” ujarnya.

Seperti dilansir Metrotvnews, Rosan menyampaikan bahwa Afrika memiliki potensi pasar yang cukup besar dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 4 hingga 5 persen. “Kita buka ke Timur Tengah dan Afrika. Untuk Afrika potensi pasar yang besar dengan jumlah penduduk 1,3 miliar dan pertumbuhan ekonomi 4-5 persen,” tukasnya.

DPR RI, Bambang Soesatyo pun menegaskan, parlemen saat ini juga tengah membahas secara internal terkait strategi untuk menghadapi larangan CPO Indonesia oleh Eropa.

“Kita sudah lakukan di komisi terkait, mengenai protes terhadap Eropa dan negara-negara yang melarang CPO kita masuk. Banyak, kita akan lakukan langkah diplomatik dan parlementer,” pungkasnya.

Berdasarkan data, tecatat permintaan negara-negara di Afrika meningkat 50% dari 1,52 juta ton pada tahun menjadi 2,29 juta ton pada tahun 2017. Namun sayangnya pangsa pasar Afrika telah lebih dulu dikuasai oleh Malaysia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikelola oleh Kementerian Perdagangan, ekspor Afrika Selatan dan Djibouti masing-masing senilai US$215,13 juta dan US$141,49 juta. Adapun nilai ekspor sawit ke Benin dan Kenya adalah US$140,21 juta dan US$119,94 juta.

Negara lain yang merupakan pintu masuk di Afrika adalah Nigeria, dimana Negara tersebut berbatasan dengan Benin, Chad, Kamerun, dan Teluk Guinea. Dengan penduduk yang diperkirakan mencapai 1,2 miliar orang, tak menutup kemungkinan menjadi pasar yang sangat potensial. Salah satu produk yang terus didorong ekspornya ke Afrika adalah kelapa sawit dan produk turunannya.

Pangsa pasar baru ini tentunya dapat dimanfaatkan oleh sejumlah perusahaan perusahaan pengelola kelapa sawit di Indonesia. Terutama PT Triputra Agro Persada yang mana produk-produk yang dimiliki merupakan produk berkualitas ekspor. Produk-produk yang mungkin saja dapat ditawarkan pada pangsa pasar Afrika diantaranya adalah Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel Oil (PKO).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *