Diberitakan oleh Kompas.com, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah menteri untuk merumuskan penerapan peta jalan pendidikan vokasi atau sekolah kejuruan pada 19 April 2018 yang lalu. Menteri yang ikut serta dalam rapat tersebut antara lain, Menteri Pendidikan dan Kebuyaan Muhadjir Effendy, serta Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan, pendidikan vokasi diharapkan dapat fokus pada enam sektor industri, yakni manufaktur, agribisnis, pariwisata, kesehatan, pekerja migran dan ekonomi digital. Inti dari rapat koordinasi tersebut adalah pemerintah ingin benar-benar menyeimbangkan sisi supply dan demand dari tenaga kerja. Kepada Kompas Hanif mengatakan bahwa pemerintah ingin investasi melalui pendidikan dan pelatihan vokasi sesuai dengan kebutuhan di pasar di sektor yang sudah ada, yaitu enam sektor tersebut.

Fokus pemerintah dalam bidang pendidikan vokasi ini senada dengan apa yang dilakukan oleh PT Triputra Agro Persada. Pada tahun 2017, perusahaan yang bergerak dibidang sawit dan karet ini bekerjasama dengan Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) yang menggelar Campus Hiring. Bentuk kerjasama ini adalah rekrutmen tenaga kerja dengan Fakultas Pertanian Unsoed. Acara ini diikuti oleh 36 perserta yang merupakan alumni Fakultas Pertanian Unsoed dari semua Jurusan. Dari 36 peserta yang mengikuti seleksi psikotes lolos 15 peserta ke seleksi tahap berikutnya.

Tahun ini PT. Triputra Agro Persada juga telah bekerjasama dengan Politeknik Lampung (Polinela) pada Februari 2018. Kerjasama ini diharapkan mampu menghasilkan sinergi dalam bidang perkebunan dan industri kelapa sawit. Sementara nilai positif yang bisa didapat adalah  penyaluran tenaga kerja yang terampil dan berkompeten dalam dunia kerja setelah lulus dari Polinela sehingga mahasiswa magang atau alumni bisa direkrut oleh perusahaan tersebut.

Pada bulan Maret 2018, PT. Triputra Agro Persada bekerjasama dengan Sekolah Vokasi UGM. Kerjasama tersebut adalah dalam bidang magang bekerja. Meski begitu, kerjasama ini nantinya tidak menutup kemungkinan untuk bidang pendidikan dan pengembangan riset. Bagi PT Triputra Agro Persada, kerjasama yang ditandatangani ini dijadikan kesempatan untuk mewujudkan link and match. Diharapkan, kerja sama ini dapat membantu orang banyak yang mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *