Seperti diketahui, perkebunan kelapa sawit yang rata-rata terletak di pedalaman sering kali membuat akses informasi antara site dengan head office tidak update. Hal ini mengakibatkan pengawasan dan pelaporan tidak dapat dilakukan secara realtime. Namun seiring berkembangnya teknologi saat ini beberapa perusahaan telah menggunakan sistem yang cukup canggih. Diantaranya adalah penggunaan sistem aplikasi perkebunan berbasis Enterprise Resources Planning (ERP).

ERP ini adalah sebuah aplikasi yang didesain secara sistematis dan memungkinkan akses data dan informasi secara realtime. Sistem ERP ini sendiri menghubungkan antara sistem finansial, manufaktur, sumber daya manusia, distribusi dan order management system ke dalam sebuah platform yang terintegrasi dalam sebuah lingkungan bisnis.

Gunawan Tandun selaku Country Sales Manager SAP Business Unit PT Wilmar Consultancy Services menyampaikan bahwa kegiatan operasional perusahaan kelapa sawit harus di pantau secara detail. Mulai dari pembebasan lahan, pembibitan kelapa sawit, penanaman, hingga panen dan distribusi membutuhkan dana yang tidak sedikit. Menggunakan sistem yang realtime diharapkan mampu menekan biaya operasional tersebut.

Salah satu platform yang dikembangkan dan digunakan oleh PT Triputra Agro Persada adalah SAP WCS Plantation. Platform ini merupakan pengembangan dari solusi inti SAP Enterprise Resources Planning (ERP). Pengkhususan untuk sektor perkebunan dimaksud dilengkapi dengan adanya estate management, palm oil mill management serta SAP modul yang lebih terintegrasi.

Keamanan Sistem

Selain alasan kecepatan waktu dalam mengakses dan menyebarkan informasi, penggunaan ERP ini juga nyatanya menawarkan keamanan sistem yang cukup dapat diandalkan. Salah satu bentuk keamanan akses datanya yakni dapat diatur sesuai dengan hak akses. Hal akses ini pun dapat diatur berdasarkan struktur organisasi unit usaha, golongan, hingga akses detail per menu dan table.

Selain control yang dapat diatur sesuai hierarki organisasi, akes sistem ini juga cukup aman lantaran menggunakan Virtual Private Network (VPN). Virtual Private Network ini memungkinkan aliran data terenkripsi sehingga data-data yang di transmisikan aman dan terhindar dari pencurian data.

Meskipun menawarkan sistem yang cukup baik, nyatanya di Indonesia belum banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit yang menggunakan sistem ini. Hal ini dikarenakan sistem SAP yang disebut-sebut cukup mahal, namun nyatanya saat sistem ini Go Live, justru dapat menekan cost yang cukup signifikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *