Pembukaan tahun akademik 2017/2018 dan Program Pengenalan Kampus 2017 di Auditorium LPP Yogyakarta, dihadiri oleh Ketua Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Jawa Timur serta mitra perusahaan perkebunan pemberi  beasiswa. Perusahaan tersebut antara lain PT Triputra Agro Persada Group (TAP), PTPN IV, PTPN XI, PT Sukses Mantap Sejahtera, PT Wadah Karya, PT GMM-BULOG, PT Bumi Maju Sawit, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS).

 

Seperti diketahui, saat ini Corporate Social Responsibility telah menjadi prioritas bagi seluruh pelaku bisnis, mulai dari perusahaan yang bergerak di bidang consumer goods, manufaktur, hingga juga merambah agribisnis. Ada pun implementasi Corporate Social Responsibility ini sudah diatur oleh Sustainable Development Goals (SDGs) yang salah satunya menitikberatkan pada quality of education.

 

Melalui program CSR, PT Triputra Agro Persada telah bekerja sama dengan beberapa Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta. Terbukti dari beberapa Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati bersama seperti Politeknik Negeri Lampung, Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Jember, STIP-AP Medan, Instiper Jogjakarta, Universitas Riau (UNRI), Bina Nusantara (Binus) University dan kini LPP Yogyakarta Polthechnic College.

 

Dilansir dari laporan Jogja.TribunNews.com, seremoni pembukaan dilangsungkan dengan pemukulan gong oleh Ketua Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta, Aries Budiwidodo SE MBA. Setelahnya dilakukan penyematan selempang secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa oleh Direktur Politeknik LPP, Ari Wibowo ST MEng.

 

Dalam kesempatan itu, Ari menjelaskan bahwa sebanyak 128 atau 40 persen dari 332 mahasiswa baru merupakan penerima  beasiswa, baik itu dari mitra perusahaan perkebunan maupun melalui Badan Layanan Umum BPDP-KS.

 

Herdrajat Natawidjadja selaku Direktur Penghimpun Dana BPDPKS menyebutkan, saat ini produk komoditas di Indonesia, khususnya kelapa sawit sangat penting bagi perekonomian negara. Bahkan meski harus menghadapi berbagai tantangannya sekalipun. Khususnya saat ini adalah ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompetenlah yang menjadi tantangan utamanya.

 

“Oleh karena itu, pemerintah melalui BLU BPDP-KS secara khusus menyediakan dana pendidikan berupa beasiswa untuk program D3 bagi anak petani kelapa sawit di Indonesia,” ungkap Herdrajat saat memberikan kuliah perdana bertajuk “Peran BPDP-KS dalam Mendukung Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *