Corporate Social Responsibility saat ini menjadi prioritas bagi seluruh perusahaan, baik yang bergerak di bidang manufaktur, consumer goods, hingga agrobisnis. Menurut data riset London School of Public Relations (LSPR) dan Universiti Sains Malaysia mengenai persepsi pemimpin perusahaan terhadap tanggung jawab sosial yang telah dilakukan di 114 pemimpin perusahaan di Indonesia, hasil penelitian menujukkan bahwa persepsi terhadap pemahaham, regulasi, pemerintah, akademisi, pasar, lingkunganĀ  karyawan dan kebijakan menunjukkan hasil yang positif. Namun demikian, Indonesia sejauh ini masih menduduki peringkat 7 terbawah dalam hal pelaksanaan CSR di 7 negara Asia. Hal tersebut tentunya menunjukkan data yang cukup kontradiktif.

Terlepas dari hal tersebut, meskipun secara jumlah masih belum cukup banyak, dan kesadaran cukup besar, data sebaliknya menujukkan keberagaman pelaksanaan Corporate Social Responsibility. Beberapa perusahaan yang mulai memahami akan hal ini adalah perusahaan yang bergerak dibidang agribisnis. Perusahaan-perusahaan agribisnis sadar betul akan issue yang mudah berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Melalui pelaksaan Corporate Social Responsibility ini lah perusahaan yang bergerak dibidang agrobisnis menunjukkan kepedulianya terhadap lingkungan.

Implementasi Corporate Social Responsibility saat ini telah diatur oleh Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satu concern dari SDGs tersebut adalah quality of education. PT Triputra Agro Persada melalui program CSR, telah bekerja sama dengan beberapa Perguruan Tinggi baik Swasta maupun Negeri. Hal ini terbukti dari beberapa Memorandum of Understanding (MoU) yang telah di sepakati bersama diantaranya yakni, Politeknik Negeri Lampung, Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Jember, STIP-AP Medan, Instiper Jogjakarta, Universitas Riau (UNRI), Bina Nusantara (Binus) University dan masih banyak lagi.

Salah satu tujuan dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini adalah untuk mensinergikan antara penelitian dengan industri, utamanya industri agribisnis yang dijalankan oleh PT Triputra Agro Persada untuk dikembangkan menjadi lebih maju. Program ini disebut pula dengan istilah Link and Match dimana pihak PT Triputra Agro Persada melihat ada begitu banyak sekolah namun sering kali lulusan dari perguruan tinggi masih sulit mencari pekerjaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *