Belum banyaknya pesaing dibidang bisnis digital pendidikan dan agrobisnis dinilai beberapa permodalan ventura sebagai sektor yang paling dibutuhkan pasar dan akan menjadi tren baru di Indonesia. Hal tersebut dikemukakan oleh Managing Partner serta Pendiri East Bentures, Willson Cuaca. Dirinya menyampaikan ada banyak sekali faktor yang dapat menjalankan digitalisasi.

“Agribisnis, pendidikan, dan kesehatan itu menarik (untuk dibiayai karena potensinya besar),” ujar dia kepada Katadata usai acara AVCJ Forum 2018 di Hotel Mandarin, Jakarta, Rabu (25/4).

Khusus untuk sektor pertanian, edukasi ke petani dinilai memiliki tantangan yang cukup besar. Hal tersebut lantaran harus merubah dari nol menjadi digitalisasi melalui smartphone.

“Dulu kami pernah coba tapi gagal, karena tantangannya berat. Potensinya sih besar,” kata dia.

Terlepas dari itu semua, e-commerce dianggap menjadi bisnis yang paling potensial untuk di danai. Penggunaan teknologi dan informasi serta pengembangan Artificial Inteligence (AI) atau yang biasa disebut kecerdasan buatan, blockchain, hingga big data akan membuat industri-industri tersebut makin berkembang.

Managing Partner Alpha JWC Ventues pun mengungkapkan bahwa gelombang pertama tren bisnis digital di Indonesia adalah e-commerce. Hal tersebut ditandai dengan berkembangnya start up digital menjadi unicorn layaknya Bukalapak dan Tokopedia. Unicorn sendiri mengacu pada perusahaan digital yang memiliki valuasi lebih dari US$ 1 miliar.

Sejauh ini Alpha JWC Ventures pun telah memberikan pendanaan kategori Pra-seri A yakni TaniGroup selaku perusahaan induk dari Tanihub dan Tanifund yakni pada 23 April 2018 yang lalu. Pendanaan terhadap start up berbasis pertanian bertujuan untuk meningkatkan kapasitas bisnis, dan memperluas jaringan petani baik pasar domestik maupun pasar impor.

Besarnya potensi pengembangan agribisnis melalui digitalisasi pun diamini oleh CEO PT Triputra Agro Persada, Arif Rachmat. Menurutnya persaingan digitalisasi pertanian sangat kecil lantaran sedikit yang mengambil pangsa pasar ini. Dirinya menambahkan bahwa keterbatasan yang cukup sulit dikembangkan adalah modal yang cukup besar dan pengembangan teknologi yang memerlukan mentoring untuk mengajarkan pelaku usaha pertanian menggunakan perangkat digital.

“Butuh banyak orang untuk mendampingi petani,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *